A. Tujuan
Pembelajaran
Setelah
mempelajari kegiatan belajar 2 ini, siswa diharapkan dapat memahami dan
mengidentifikasi Cepat Rambat Gelombang bunyi dan Efek Doppler. Siswa juga
diharapkan dapat mempresentasikan penerapan Cepat Rambat Gelombang bunyi dan
Efek Doppler dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk laporan ilmiah.
B. Uraian
Materi
Cepat Rambat Gelombang
Bunyi
Pernahkah
kamu berfikir berapa cepat rambat gelombang di udara? Ketika terjadi petir,
pernahkah kamu mengamati ada selang waktu antara kilatan petir dengan bunyi
guntur yang kita dengar. Mengapa hal itu bisa terjadi? Berikut ini kita bahas
bagaimana cepat rambat gelombang pada medium tertentu.
1. Cepat Rambat Gelombang dalam Zat Padat
Gelombang bunyi dapat merambat melalui zat
padat, seperti pada tali ataupun kawat. Terdapat perbedaan kecepatan saat bunyi
merambat melalui benda yang berbeda. Laju gelombang yang merambat pada medium
yang padat dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut :
Keterangan :
E
= modulus elastisitas (modulus Young) bahan Padatan (N/m2)
ρ
= Kerapatan (massa jenis) bahan padatan (kg/m3)
v = laju gelombang bunyi (m/s)
Peristiwa dari rambatan gelombang pada zat padat
dapat kita amati pada saat kita melakukan kegiatan berbicara dengan orang lain
melalui dua buah gelas plastik yang dihubungkan dengan seutas tali. Pada
peristiwa gelombang bunyi yang merambat pada zat padat, dengan tanpa kita
sadari, bahwa gelombang bunyi dapat bersuperposisi dengan gelombang lain,
misalnya dengan udara. Ketika merambat, gelombang juga mengalami peluruhan
amplitudo sehingga setelah merambat sampai pada jarak tertentu energi gelombang
banyak berkurang yang berakibat dengan mengecilnya volume bunyi atau suara yang
kita terima.
2. Cepat Rambat Gelombang dalam Zat Cair
Pada
peristiwa cepat rambat gelombang bunyi pada zat cair, tentu kita akan menemukan
kecepatan gelombang bunyi yang merambat melalui zat padat yang dapat kita
tentukan kecepatan gelombang bunyi tersebut dengan menggunakan persamaan
berikut :
Keterangan :
B
= modulus Bulk zat cair (N/m2)
ρ =
kerapatan (massa jenis) bahan padatan (kg/m3)
v = laju gelombang (m/s2)
3. Cepat Rambat Gelombang bunyi dalam Gas
Peristiwa
perambatan bunyi dalam gas termasuk peristiwa adiabatik, hal ini diungkapkan
oleh Laplace. Cepat rambat gelombang bunyi dalam gas dapat digunakan persamaan
berikut :
Cepat
rambat bunyi dalam gas ideal dituliskan dalam persamaan berikut :
Keterangan :
R
= konstanta/tetapan gas ideal (8,314 J/mol K)
T
= suhu mutlak gas (K)
m
= massa molar gas (untuk udara M = 29 x 10-3 kg/mol)
v = cepat rambat bunyi dalam gas pada tekanan p dan temperatur T (m/s)
p = tekanan gas (Pa)
ρ
= kerapatan gas pada tekanan p dan
temperatur T (kg/m3)
γ
= konstanta Laplace (N/m2)
Cp
= kalor jenis gas pada tekanan tetap (J/kg K)
Cv
= kalor jenis gas pada volume tetap (J/kg K)
Setelah kita amati dan kita pelajari bersama
tentang cepat rambat gelombang pada zat padat, zat cair, dan zat gas, maka
dapat juga kita amati bersama-sama simulasi dari gelombang-gelombang tersebut
pada video berikut ini :
Efek Doppler
Efek Doppler yaitu perubahan frekuensi
bunyi yang didengar pengamat ketika terdapat gerak relatif antara sumber bunyi
dan pengamat. Efek Doppler diambil dari nama seorang fisikawan Australia,
Cristian Johann Doppler (1830-1855). Doppler menemukan adanya perubahan frekuensi
yang diterima pendengar dibanding dengan frekuensi sumbernya akibat relatif
pendengar dan sumber gejala.
Efek
Doppler terjadi karena adanya peristiwa perubahan frekuensi bunyi yang diterima
oleh pendengar karena adanya perubahan jarak (gerak relatif) antara sumber
bunyi dan pendengar. Efek Doppler dapat
kita amati apabila mobil polisi bergerak mendekati dan menjauhi kita sambil
membunyikan sirine. Bunyi sirine akan terdengar lebih tinggi disaat mobil
ambulan mendekati kita, dan akan menjadi lebih rendah ketika mobil ambulan
menjauhi kita.
Seperti pada gambar Kegiatan 4 tersebut menunjukkan bahwa
ketika seseorang berada di posisi A, maka ia akan mendengarkan suara sirine
lebih tinggi karena mobil polisi mendekati posisi A, dibandingkan ketika di
posisi B, suara sirine mobil polisi menjadi semakin rendah karena mobil
menjauhi orang yang berada di posisi B. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi
pengamatan Cristian Johann Doppler (1803-1855) sehingga fenomena ini diberi
nama efek Doppler.
Bunyi Efek Doppler yaitu “Apabila sumber bunyi
dan pendengar bergerak saling mendekati menyebabkan frekuensi yang terdengar
lebih besar dari frekuensi sumber bunyi. Dan apabila bergerak saling menjauhi
maka frekuensi yang terdengar lebih kecil dari frekuensi sumber bunyi”. Maka
dari itu, persamaan Efek Doppler secara umum dapat ditulis sebagai berikut :
Keterangan :
fp = frekuensi yang diterima pendengar
fs =frekuensi yang diterima sumber bunyi
v = cepat rambat gelombang bunyi di udara (m/s)
vp = kecepatan pendengar (m/s)
vs = kecepatan sumber bunyi (m/s)
Dari
persamaan tersebut, Vp dan Vs dapat bernilai positif atau negatif dengan
ketentuan sebagai berikut :
a. Nilai Vp ( + ) : pendengar mengikuti sumber
b. Nilai VP ( - ) : pendengar menjauhi sumber
c. Nilai Vs ( + ) : sumber menjauhi pendengar
d. Nilai VS ( - ) : sumber mendekati pendengar
Dari penjelasan di atas beserta persamaannya, maka
untuk simulasi dari efek Doppler dapat kita amati video melalui video berikut :







Tidak ada komentar:
Posting Komentar