A. Tujuan Pembelajaran
Setelah
mempelajari kegiatan belajar 1 ini, siswa diharapkan dapat memahami dan
mengidentifikasi Sifat-sifat cahaya (pemantulan cahaya (Refleksi), Pembiasan
Cahaya (Refraksi), Penguraian cahaya (Dispersi)). Siswa juga diharapkan dapat
mempresentasikan penerapan sifat-sifat gelombang cahaya dalam kehidupan
sehari-hari dalam bentuk laporan ilmiah.
B. Uraian Materi
Pada
aktivitas sehari-hari, tentu kita tidak terlepas dari cahaya, karena cahaya
merupakan sesuatu yang dibutuhkan oleh mata untuk melihat. Bagaimana mata dapat
menangkap cahaya? Hal itu karena cahaya memiliki sebuah gelombang yang disebut
dengan gelombang cahaya. Cahaya merupakan sebuah gelombang yang termasuk
kedalam gelombang elektromagnetik yang rambatannya memerlukan medium perantara,
sedangkan untuk arah gerakkan dan arah rambatan gelombangnya tegak lurus dengan
arah getarnya, sehingga gelombang cahaya termasuk kedalam gelombang
transversal.
Apakah kamu tahu tentang dualisme pada cahaya?
Dualisme pada cahaya menyatakan cahaya dapat dipandang sebagai gelombang dan
partikel. Berdasarkan frekuensi penyusunannya, cahaya dikelompokkan menjadi dua,
yaitu cahaya monokromatis dan cahaya polikromatis.
1. Sifat-sifat Cahaya
Pada
peristiwa cahaya, kita sudah tidak asing dengan suatu kejadian pemantulan,
pembiasan, dan penguraian cahaya. Untuk lebih detailnya, mari kita simak uraian
berikut :
a. Pemantulan cahaya (Refleksi)
Pada
peristiwa refleksi cahaya, sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak
pada satu bidang datar. Hal ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan yang bernama
Snelius (1591-1626). Selain itu, sudut pandang (i) san sudut pantul (r)sama
besar.
Sinar yang mengenai permukaan akan dipantulkan.
Arah pantulan cahaya tergantung dari jenis permukaan bidang. Jika permukaan
rata dan licin akan terjadi pemantulan teratur. Sebaliknya, jika permukaan
kasar atau tidak rata akan terjadi pemantulan baur.
Ketika seberkas
sinar mengenai permukaan datar membentuk sudut datang (θ) terhadap garis
normal, maka akan dipantulkan dengan sudut yang sama besar, yang disebut sudut
pantul (θr), atau dapat dinyatakan θr = θi. Inilah yang
disebut hukum pemantulan.
Fenomena pemantulan tersebut juga dapat kita
amati bersama animasi pemantulan cahaya melalui video berikut :
Pembiasan
cahaya terjadi apabila cahaya melewati medium yang transparan, yang mana akan ada sebagian sinar akan dipantulkan dan sebagian dibelokkan atau dibiaskan. Pembiasan cahaya terjadi apabila cahaya
akan dibiaskan melalui medium dengan kerapatan yang berbeda. Cahaya akan
menurun apabila ia melewati medium yang lebih rapat, seperti air. Semakin besar
perubahan kecepatan cahaya saat melalui dua medium yang berbeda, akan semakin
besar pula efek pembiasan yang terjadi. Namun, benda tidak akan terjadi
pembiasan apabila dia berada dalam posisi tegak.
Fenomena refraksi didasari oleh
hukum Snellius, yaitu :
1. Berkas sinar datang, sinar bias, dan
garis normal terletak pada bidang datar.
2. Perbandingan antara sinus sudut
datang dan sinar bias adalah konstan.
Secara matematis dapat dinyatakan sebagai
berikut :
Fenomena
pembiasan cahaya dapat juga kita amati pada video di video berikut :
c. Penguraian Cahaya (Dispersi)
Spektrum cahaya sangat erat kaitannya dengan peristiwa
dispersi cahaya. Gejala dispersi cahaya adalah gejala penguraian cahaya putih
(polikromatis) menjadi cahaya monokromatis. Seperti terbentuknya warna pelangi
karena penguraian polikromatis menjadi monokromatis.
Sifat-sifat Cahaya menjelaskan tentang peristiwa dispersi
cahaya. Perhatikan gambar berikut :
Sudut deviasi (δ) terkecil disebut sudut deviasi
minimum (δm). Sudut deviasi minimum terjadi jika : i = r', r = i', serta i' + r = β
Besarnya
sudut deviasi pada prisma dirumuskan :
karena
r' = i, maka :
Sudut
r dapat pula bernilai :
Sesuai dengan hukum Snelius tentang
pembahasan :
sin i
= n sin r
Untuk
prisma tipis dengan sudut pembias β sangat kecil, berlaku persamaan :
Selisih
antara sudut deviasi minimum cahaya ungu dan merah disebut dengan sudut
dispersi
Keterangan :
δm = sudut deviasi minimum
nu = indeks bias udara
n
= indeks bias prisma
β
= sudut pembias prisma
ϕ = sudut disperse











Tidak ada komentar:
Posting Komentar